Syaikhu Dilantik Jadi Anggota DPR, Kader Gerindra Berpeluang Jadi Cawagub DKI

Partai Gerindra disebut-sebut berpeluang untuk mengajukan kadernya sebagai calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

Pasalnya, salah satu calon yang diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yakni Ahmad Syaikhu, Selasa (1/10/2019) ini dilantik menjadi anggota DPR RI.

“Dengan dilantiknya Syaikhu menjadi anggota DPR, maka otomatis pencalonannya sebagai Wagub DKI gugur. Kecuali kalau dia mau mengundurkan diri dari DPR,” kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, melalui telepon.

Aktivis yang akrab disapa SGY ini menambahkan, jika Syaikhu memutuskan untuk tetap menjadi anggota DPR, maka kader Gerindra berpeluang menggantikan posisinya sebagai Cawagub.

“Kini tinggal bagaimana Gerindra menangkap peluang ini dan melakukan loby dengan PKS,” katanya.

Diakui, berdasarkan kesepakatan Presiden PKS Sohibul Iman dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada November 2018, kursi Wagub memang diberikan kepada PKS.

Tapi, tegas SGY, tak ada yang tak mungkin dalam politik.

Seperti diketahui, Sandiaga Uno mundur dari jabatan Wagub DKI Jakarta pada Agustus 2018 untuk mengikuti Pilpres 2019.

Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, penggantinya adalah kader yang mengusung saat Pilkada, atau dalam hal ini Pilkada Jakarta 2017, yakni PKS dan Gerindra.

Dari hasil kesepakatan Sohibul dan Prabowo, dan ditindaklanjuti oleh DPW PKS DKI Jakarta dan DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, maka diusulkan dua nama pengganti Sandi, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, untuk dipilih salah satunya oleh DPRD DKI Jakarta.

DPRD DKI periode 2014-2019 gagal memilih salah satu dari keduanya karena terlalu alot dalam menyusun Tatib Pemilihan, sehingga ketika masa bhakti mereka selesai pada 26 Agustus 2019, rapat paripurna pemilihan Wagub belum diselenggatakan. Praktis, pemilihan Wagub pengganti Sandi beralih ke anggota DPRD periode 2019-2024 yang dilantik 26 Agustus silam.

Sayangnya, kinerja anggota baru ini pun cenderung lamban, karena hingga hari ini alat kelengkapan dewan (AKD), termasuk Badan Musyawarah (Bamus) yang antara lain bertugas mengkordinasikan hal-hal yang berkaitan dengan agenda kegiatan dewan dan penetapan sidang, belum terbentuk, sehingga masih belum jelas kapan rapat paripurna pemilihan Wagub dapat diselenggarakan.

Sugiyanto mengatakan, jika PKS setuju kader Gerindra menggantikan posisi Syaikhu sebagai calon Wagub, maka yang pantas diusulkan Gerindra adalah M Taufik, ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta uang juga wakil ketua DPRD DKI dua periode (2014-2019 dan 2019-2024)

Facebook Comments
(Visited 9 times, 1 visits today)