Siti Rusdahniar Menuntut Hak Keadilan pada Pengadilan Negeri Bekasi. Atas Tergugat Bank Mega, BPN, KPKNL dan Pemenang Lelang Masing-Masing di Pengadilan Negeri Bekasi

Foto: Siti Rusdahniar (Nia) dengan latar belakang logo tergugat (doc figur)

Oleh: Nurdin Taba I Kamis 11 Juni 2020

BEKASI, FIGUR.co.id – Siti Rusdahniar menuntut hak keadilan selaku pengguat ke tiga instansi, Bank Mega, BPN dan Kantor Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) masing-masing di Bekasi melalui Pengadilan Negeri Bekasi, setelah ditundanya persidangan pada tahun 2015 silam, hinggah kini (2020) sudah lima tahun berlalu belum ada kepastian kapan dimulainya persidangan lanjutan. Kamis (11/6/2020)

Siti Ruadahniar yang biasa disapa Nia mengatakan menunggu kepastian dari hasil gugatannya ketiga Instansi tersebut melalui Pengadilan Negeri Bekasi, karena menurutnya pihak yang dia gugat khususnya bank mega telah melakukan kesewenang-wenangan terhadap dirinya. Ujar Nia

“Ini masalah perdata, saya mengajukan pinjaman ke Bank Mega dengan Jaminan Tanah + Rumah, tapi sayangnya pihak Bank Mega melakukan pelelangan rumah saya dengan melibatkan KPKNL Kota Bekasi dan BPN. Di saat yang sama saya mau melakukan pelunasan hutang” dan ini patut saya curigai, disaat yang sama saya mau melakukan pelunasan tapi pada saat hampir bersamaan rumah saya dilelang. Semestinya Pimpinan Cabang Bank Mega Kota Bekasi tidak melakukan kebijakan terburu-buru, ini patut dipertanyakan dan dicurigai. Pungkas Nia

Nia berkeyakinan dapat memenangi gugatannya, sebab pada saat sidang mendengarkan keterangan saksi, hakim sudah mengambil kesimpulan bahwa dengan adanya itikad baik dari pihak penggugat dengan melakukan pelunasan hutang pada waktu itu (tahun 2015) lalu. Kata Nia

“Kata Nia kejadian pada waktu itu sangat disayangkan, saat saya mau melakukan pelunasan. pihak bank mega melalui tangan calo mengakusisi (mengambil alih) rumah saya dengan alasan sudah dibeli melalui lelang.” Pimpinan Cabang Bank Mega Cab Bekasi telah melakukan kekeliruan, melakukan pelelangan terburu-buru, prilaku ini sangat merugikan nasabah. Kata Nia

Nia mengatakan akan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pers untuk menginvestigasi kasus yang dialaminya di tahun 2015 silam yang dilakukan Pihak Bank Mega Cabang Bekasi atas pelelangan sepihak atas tanah dan rumah yang patut dicurigai Pimpinan Cabang Bank Mega saat itu diduga terlibat merekayasa hinggah dilakukan pelelangan secara sepihak.

Facebook Comments
(Visited 8 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *