Rakyat Diamputasi Dari Segala Penjuru Oleh Para Penguasa Dalam Penanganan Penyebaran Covid-19

Foto: Korlantas Mabes Polri, Kombes Pol Benyamin
Oleh: Redaksi I Kamis 30 April 2020 I Jam 15.45 WIB

By: Nurdin Taba

JAKARTA, FIGUR.co.id – Dalam suasana masyarakat dilanda krisis “dirumahkan” oleh perusahaan tempat mereka bekerja, dampak pemutusan hubungan kerja, menganggur, sulit mendapatkan lapangan pekerjaan, harga kebutuhan sehari-hari semakin mahal, dan janji untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah tidak kunjung tuntas, dan saya kira Rakyat Indonesia dapat mengerti dan memahami, apa yang jadi Perhatian Pemerintah Terhadap Kebijakan dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Tetapi sebaliknya kepatuhan yang dilakukan rakyat Indonesia akan menuai Pidana dan Denda. Kamis (30/4/2020).

Foto: Logo Garuda Merah 08

Disisi lain Para Penguasa dengan keras membuat kebijakan yang sangat menyayat hati, kita bisa lihat kebijakan yang sangat tidak memihak, diantaranya Presiden Jokowi, melarang bangsanya sendiri, yang akan mudik atau pulang kampung halaman, kalau perlu di Pidanakan dan dikenakan denda yang tidak sedikit, dengan mengerahkan Polri, Naudzubillah Min Dzalik.

Pengurus Pusat Garuda Merah 08 Mengucapkan Selamat Menunaikan Bulan Suci Ramadhan 1441.H/2020

Masyarakat sangat meyangkan pernyataan Kepala Bagian Operasional Korp Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri Kombes Pol Benyamin, bahwa kalau masyarakat akan pulang kampung, “Kalau hanya surat dari RT/RW, ga jamin akan diatensi oleh petugas lapangan. Bisa jadi RT/RW berbohong.” ini pernyataan yang keliru dan tendensius yang ditujukan bagi para ujung tombak masyarakat di lingkungan paling bawah.

CNN indinesia, kamis (30/4/2020). Memberitakan, Bagian Operasional Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Kombes Benyamin menjelaskan pemudik dengan alasan darurat harus dapat meyakinkan petugas yang berada di lapangan atau titik pengawasan (checkpoint)

Oleh sebab itu, surat keterangan yang disertakan pun harus meyakinkan petugas saat dicegat. Menurutnya, petugas hanya akan memberi lewat para pemudik apabila terdapat situasi yang sangat mendesak.

“(Kalau hanya surat dari RT/RW) saya enggak jamin akan diatensi oleh petugas lapangan. Bisa jadi RT/RW-nya berbohong” kata Benyamin saat dihubungi.

Facebook Comments
(Visited 75 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *