Pemilu 2024: Partai Baru Telah Mempersiapkan, Kuburan Sendiri?

  Foto: Gambar Pemilu (doc figur)

By: Redaksi I Senin 27 Juli 2020 I Jam 13:25 WIB

Oleh: Nurdin Taba
Pemimpin Umum FIGUR.co.id

JAKARTA, FIGUR.co.id – Pemilu tahun 2024 adalah Pemilu yang sangat spesial, mengingat dua hal, pemilu legislatif dan pemilu presiden. Pemilu presiden bagi partai baru mungkin ditempatkan di poin kedua, di poin kesatu, bagaimana kerja esktra agar mendapat suara di atas 4 persen suara nasional, dan dinyatakan lolos ambang batas minimal parlemen (Parliamentary Threshold). Senin 27/7/2020)

Mengamati pemilu kita sejak era reformasi, di pemilu 1999 sebanyak 48 partai politik, pemilu berikutnya 2004 diikuti 24 partai politik, kemudian di pemilu 2009 sebanyak 38 partai politik, kemudian di pemilu 2014 sebanyak 12 partai politik dan terkahir pemilu 2019 sebanya 16 partai politik, semua partai nasional. Selain partai lama, hampir semua partai politik baru berguguran dari pemilu ke pemilu.

Partai politik yang lolos di parlianmentary threshold diatas 4% memiliki kursi di DPR RI. selain itu di pemilu berikutnya, mereka sudah punyai nilai “brand”:
1. Nama partai politik sudah di kenal luas oleh publik.
2. Caleg Petahana (incumbent) sebagai modal di pemilu berikutnya.
3. Caleg memiliki anggaran kampanye lebih banyak
4. Caleg sudah memiliki basis massa dan sudah menjadi tokoh publik.

5. Caleg baru lebih mudah bersosialisasi, partai politik sudah di kenal, hanya fokus bersosialisasi nama dan nomor urut.

Partai politik baru memiliki kelemahan ada pada nahkoda (ketua umum dan sekjen partai) yaitu ketidak tahuan sebagai kelemahan utama yang tidak disadari, selain itu cepat berpuas diri. Tidak menyadari bahwa kawat berduri yang akan menghadang pada saat penentuan di bilik suara, seharusnya partai baru dapat belajar dari pemilu ke pemilu. Kelemahan partai politik baru tidak memiliki konsep yang jelas dan yang terukur untuk dapat lolos dengan pencapain suara minimal 4% Parliamentary Threshold.

Harapan agar Partai baru dapat menyadari sebelum terlambat, selain itu waktu masih panjang dari sekarang (2020), bahwa diperlukan sebuah konsep yang memiliki tolak ukur yang jelas, mengingat kelangsungan partai agar memiliki kursi di DPR RI.

Partai politik baru dalam arti belum memiliki kursi di DPR RI sesuai ketentuan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) di angka 4 persen, sebagaimana diatur dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, dari jumlah suara sah secara nasional, untuk dapat menempatkan wakilnya di DPR RI. Partai yang belum lolos pada pemilu 2019 lalu, diantaranya, partai hanura, partai berkarya, perindo, PSI, dan partai garuda, selain itu ada partai baru lahir yaitu Partai Gelora.

Kelemahan partai politik baru dan calon legislatif (caleg):
1. Nama partai politik baru belum di kenal secara luas oleh masyarakat.
– Caleg harus berjibaku memperkenalkan Partai, nama dan nomor urut caleg.
– Belum memiliki basis massa yang jelas dan kalah bersaing soal besaran dana kampanye, pola ini akan mengadung resiko keterpilihan sangat rendah.

Kelemahan partai politik baru, apabila tidak disadari akan berdampak buruk dan dapat menggali kuburannya sendiri?

Kiat agar dapat lolos minimal 4% suara nasional yang tidak di miliki partai politik baru dari pemilu ke pemilu, karena tidak menyadari kelemahan bagaimana membuat konsep yang dapat menyentuh substansi masalah yang terukur dengan benar serta efisien. Penulis punya kiat khusus terkait konsep yang sesuai budaya bangsa, minimal dapat meraih suara 4 persen secara nasional dan dinyatakan lolos ambang batas Parliamentary Threshold pada Pemilu 2024 yang akan datang.

Facebook Comments
(Visited 94 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *