Lawang Sewu Dengan Sejuta Kisah Menarik

Foto: Lawang Sewu tampak samping (doc figur)

Oleh: Yuliana I Selasa 12 Mei 2020

Semarang, Figur.co.id – Saat berjalan jalan ke kota Semarang penulis ingin singgah di sebuah gedung tua di kota Semarang yang di kenal dengan Lawang sewu. Tepatnya di Jalan komplek Tugu Muda. Jl Pemuda Sekayu, Kota Semarang Jawa Tengah. Bangunan tua khas eropa ini seakan membawa sebuah cerita dimana, kota dengan makanan khas lumpianya ini mempunyai sisi menarik yang sayang untuk dilewatkan. Selasa (12/5/2020)

Lawang Sewu atau yang berarti ‘seribu pintu’ ternyata tidak benar-benar memiliki 1.000 buah pintu dalam bangunannya. Istilah Jawa ‘lawang sewu’ digunakan sebagai kiasan karena bangunan ini memiliki banyak pintu dan jendela besar yang menyerupai pintu hingga seolah-olah bangunan ini memiliki pintu yang berjumlah 1.000 buah. Lawang Sewu Semarang sebetulnya hanya memiliki 429 buah pintu dengan gaya arsitektur Belanda.

 

 

Bangunan ini dirancang oleh dua orang arsitektur Amsterdam bernama Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B. J. Ouendag dengan elemen utama berupa bentuk lengkung dan rancangan sederhana. Selain elemen lengkung, terdapat ornamen-ornamen unik lainnya yang menyimpan makna.

Di balik kemegahannya, Lawang Sewu menyimpan sejuta kisah menarik bagi para pengunjung, termasuk cerita mistis Lawang Sewu yang telah melegenda. Ketika tiba di lorong bangunan, pengunjung disuguhkan dengan ruangan penuh pintu. Di sudut lantai pertama, pengunjung akan menemukan sebuah tangga turun menuju ruang bawah tanah.

Gedung bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini dulunya merupakan kantor pusat perusahaan kereta api swasta bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Gedung seluas 18.232 m2 ini dibangun secara bertahap mulai tanggal 27 Februari 1904 hingga Juli 1907. Pada perkembangannya dibangun pula gedung tambahan di sekitarnya pada tahun 1916-1918.

Anehnya, objek wisata ini dijadika tempat untuk melaksanakan momen prewedding. Berbanding terbalik bukan dengan kesan angkernya.Sampai saat ini, Lawang sewu masih milik PT. KAI. Dari gedung yang memiliki seribu pintu inilah perusahaan bidang transportasi itu berdiri.

Papan Iklan

Untuk bisa masuk ke dalam gedung, anda akan di tarik harga tiket masuk Lawang Sewu sebesar 10 ribu rupiah untuk orang dewasa.Bagi anak-anak akan dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. Jam operasionalnya sendiri akan buka pada pukul 7 pagi dan akan ditutup kembali pada pukul 9 malam.

Sisi menarik dari wisata Lawang Sewu ini terletak di namanya. Karena, nama wisata ini diambil dari bahasa jawa. Lawang artinya pintu, sewu artinya seribu. Jadi, kalau Waktu yang paling tepat mengunjungi Lawang Sewu adalah malam hari. Tetapi, anda harus berhati-hati karena, mitos dan cerita angker disini terbukti nyata adanya. Hanya saja, lampu yang menyala memberikan kesan yang berbeda. Bila anda berkunjung di siang hari.

Facebook Comments
(Visited 204 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *